CINTA . Kata yang
pasti udah pada gak asing lagi nih di dunia kita, yaitu di dunia remaja, iyah
kann? Ayoo ngakuu deh :D sebelum kita beranjak lebih jauh, kita harus tau dulu
apa definisi cinta itu sendiri, kasih tau nggak yaa?
Ternyata
banyak banget lhoo definisi tentang cinta itu, termasuk definisi cinta dari
sang pujangga cinta (eciyee siapa tuh?) ya, dia adalah Kahlil Gibran yang selalu
bikin kata-kata romantic tentang si lima huruf ini (CINTA). Salah satunya yang
paling terkenal itu “ Jika sang panah asmara menusukmu, maka ikutilah kemana
pun ia pergi “ ( maksudnya apa ya? -.-) Selain itu ada juga kata Lawrence
Durrell dalam Discovery of Love, yang mengatakan kalo cinta itu adalah sesuatu
yang suci, indah dan bercahaya ( Wow so sweet ) . Selanjutnya ada definisi
cinta dari R Graves dalam The Finding of Love yang mengatakan bahwa cinta
adalah sesuatu yang dapat mengubah segala sesuatunya menjadi indah. Bahkan
Mansour Al-Hallaj berkata pada Asy-Syibliy ketika ia akan dimasukan ke dalam
tungku api setelah dipenjara selama 18 hari “ Wahai Syibliy cinta itu awalnya
terbakar dan akhirnya terbunuh “ ( Wow syereem ya ) dan yang terakhir ada definisi
cinta dari Ibrahim al-Khawwash yang mengungkapkan bahwa cinta menghapuskan
semua kehendak, membakar semua sikap dan kebutuhan, dan membenamkan dirinya
dalam saudera isyarat.
Tuh
kan ternyata banyak banget definisi tentang cinta, yang diatas tadi cuma
sebagian kecilnya aja. Cinta itu adalah sesuatu yang harus kita syukuri, cinta datang
tanpa diminta dan pergi tanpa diinginkan. Seorang manusia pasti gakkan ada
habisnya bercerita tentang hal yang satu ini apalagi orang itu sedang
merasakannya wahh pasti rasanya dunia cuma milik dia sendiri tuuh :D
Yang
namanya cinta itu banyak banget lhoo, bukan cinta sama kekasih kita aja, tapi
ada juga cinta kepada ibu kita sendiri, cinta kepada ayah kita sendiri. Pernah
berpikir nggak kenapa ibu dan ayah kita nggak pernah keberatan kita ada di
hidup mereka selama puluhan tahun? Kenapa mereka nggak pernah minta ganti rugi
atas uang-uang yang mereka keluarin untuk biaya keperluan kita, misalnya aja
keperluan sekolah kita yang harganya selangit. Bayangin berapa besar uang yang
mereka keluarin buat kita sejak kita lahir sampai sekarang? Ya itulah cinta,
cinta dengan ketulusan, cinta tanpa mengharapkan imbalan ataupun balasan. Nah
coba sekarang kita bandingin sama pacar atau kekasih kita, apa pacar kita
merawat kita dari bayi? Apa mereka melahirkan? Apa mereka bisa memberikan
segala yang ibu dan ayah kita berikan? Semua jawabannya adalah TIDAK. Tapi
kenapa remaja zaman sekarang banyak yang lebih mencintai pacarnya daripada
kedua orang tuanya? Mereka bahkan sampai rela memberikan hal yang seharusnya
tidak diberikan kepada yang bukan seharusnya (Naudzubillahimindzalik). Mereka
bahkan rela membohongi orang tua mereka demi sang pacar. Mari kita renungkan
teman-teman, kenapa kita lebih mencintai orang yang baru kta kenal daripada
orang tua kita sendiri? Kalau cinta kita kepada orang tua saja seperti itu,
bagaimana dengan cinta kita kepada Allah? Tidak sepantasnya kita lebih
mencintai makhluk daripada sang Khalik sang penciptanya sendiri.
Mulai
dari sekarang kita niatkan untuk lebih mencintai Allah dan mencintai apa yang
ia cintai,serta membenci apa yang ia benci. Dan lakukan segala sesuatu sesuai
cara yang Allah suka. So jangan terlalu cinta dan sayang ke pacar ya,nanti
kalau udah patah hatinya pasti sakit banget :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar